Calang – Polres Aceh Jaya melalui Polsek Krueng Sabee melakukan pengecekan menyeluruh terhadap Dapur Satunan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah Yayasan Ruang Kito Basamo, Kamis (20/11/2025). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kualitas penyediaan dan pendistribusian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ribuan pelajar dan masyarakat di Kabupaten Aceh Jaya.
Pengecekan berlangsung di Dapur Putroe Nilam, Desa Dayah Baro, sekitar pukul 10.00 WIB. Kapolsek Krueng Sabee, AKP Rudy Yudha Prawira, memimpin langsung pemeriksaan yang meliputi standar kebersihan dapur, proses pengolahan, hingga pengepakan makanan.
Kapolres Aceh Jaya AKBP Zulfa Renaldo, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Krueng Sabee menjelaskan bahwa pengawasan ini merupakan bagian dari dukungan kepolisian terhadap program prioritas nasional yang menyasar anak-anak sekolah.
“Pengawasan ini penting untuk memastikan makanan yang disajikan kepada para penerima memenuhi standar gizi, higienis, dan layak konsumsi. Ini menyangkut kesehatan generasi kita,” ujar Kapolsek.
Koordinator SPPG Dayah Baro, Yusrizal, S.A.P., menyampaikan bahwa sebanyak 3.184 porsi MBG didistribusikan pada hari tersebut. Penerima mencakup:
PAUD/TK: 679
SD/MI: 1.517
SMP/MTs/SLB: 581
SMA/SMK/MAS: 332
Posyandu: 75
Menu yang disiapkan terdiri dari menu basah—nasi putih, ayam kentaki, tumis sayur, tahu goreng, dan jeruk—serta menu kering seperti roti, kacang, susu, dan jeruk.
Tiga lembaga pendidikan, yakni MIN 9 Aceh Jaya, SDN 1 Calang, dan RA Babul Huda, menerima menu kering karena sedang memperingati Maulid Nabi SAW.
Program MBG menjangkau 21 satuan pendidikan, mulai dari PAUD Mutiara Bunda, TKN Pembina, SDN 1–4 Calang, MIN 9 Aceh Jaya, SMP Unggul Calang, hingga SMAN 1 Calang. Distribusi juga menyasar Posyandu Gampong Blang yang meliputi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
“Distribusi dilakukan setiap hari dengan pengawasan ketat, terutama terkait higienitas dan ketersediaan bahan baku,” kata Yusrizal.
Meski berjalan lancar, Yusrizal mengakui bahwa dapur SPPG belum bisa sepenuhnya mengandalkan pasokan lokal.
“Ketersediaan sayur dan buah-buahan dari petani Aceh Jaya masih terbatas sehingga sebagian besar bahan baku kami datangkan dari luar daerah,” ujarnya.
Kondisi ini menyebabkan daftar menu harus menyesuaikan dengan ketersediaan stok yang tidak menentu.
Kapolsek Krueng Sabee menegaskan akan berkoordinasi dengan pengurus dapur MBG dan melakukan pemantauan rutin ke petani demi memperkuat rantai pasokan lokal.
“Kita ingin bahan pangan bisa dipenuhi dari daerah sendiri. Selain menekan biaya distribusi, ini juga mendorong kemandirian pangan di Aceh Jaya,” tegasnya.
Minimnya ketersediaan bahan baku lokal di Aceh Jaya menjadi catatan penting yang diharapkan mendapat perhatian pemerintah daerah. Kapolsek menilai dukungan penuh dari pemerintah sangat diperlukan agar implementasi Program MBG di Aceh Jaya dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Kegiatan pengecekan dapur SPPG selesai pukul 11.00 WIB dan berlangsung aman, tertib, serta mendapat respons positif dari pihak pengelola dapur.
