Calang – Polres Aceh Jaya bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Jaya terus memperkuat sinergi dalam menjaga kondusivitas wilayah. Melalui program Saweu Gampong yang dikemas dalam kegiatan Jum’at Curhat, aparat kepolisian dan pemerintah daerah turun langsung menyerap aspirasi masyarakat hingga ke pelosok desa.
Kegiatan terbaru berlangsung di Halaman Meunasah Gampong Gunong Buloh, Kecamatan Panga, Kamis (28/8/2025). Forum terbuka ini dihadiri oleh Bupati Aceh Jaya Safwandi, S.Sos., Anggota DPRK Aceh Jaya Muhammadiyah Isa, Kapolres Aceh Jaya AKBP Zulfa Renaldo, S.I.K., M.Si., serta sejumlah pejabat utama Polres, perwakilan Koramil Panga, Camat Panga, dan para keuchik dalam Kemukiman Panga Pucok.
Dalam pertemuan tersebut, salah satu isu utama yang mencuat adalah persoalan tapal batas antar dua kecamatan yang selama ini menimbulkan kericuhan di masyarakat.
Bupati Aceh Jaya, Safwandi, menegaskan pihaknya akan segera menyelesaikan persoalan ini melalui kebijakan pemerintah daerah. Namun ia mengingatkan masyarakat agar bijak menerima setiap keputusan yang diambil.
“Kericuhan persoalan tapal batas yang terjadi di antara dua kecamatan akan segera diselesaikan. Namun semua harus menerima kurang dan lebih dari kebijakan keputusan yang akan diambil oleh Pemerintah Aceh Jaya,” tegas Safwandi.
Ia juga menambahkan, ruang penyelesaian sengketa sebenarnya telah ada sejak lama, namun terkendala dinamika lapangan sehingga persoalan ini masih berlarut hingga kini.
Bupati Safwandi juga meminta Kapolres Aceh Jaya agar mempertimbangkan setiap langkah penyelesaian sesuai prinsip keadilan, tanpa merusak tali persaudaraan antarwarga.
Selain itu, ia menginstruksikan Kabag Pemerintahan Setdakab Aceh Jaya untuk segera mengkaji ulang permasalahan tapal batas, sehingga dapat dituntaskan dalam waktu dekat.
Sementara itu, Kapolres Aceh Jaya AKBP Zulfa Renaldo, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa Polres Aceh Jaya siap mendukung pemerintah daerah dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat. Menurutnya, penyelesaian persoalan harus dilakukan dengan pendekatan persuasif, agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan.
“Kami terus berkomitmen hadir di tengah masyarakat, mendengarkan keluhan, sekaligus mencari solusi bersama. Persatuan dan kerukunan warga tetap menjadi prioritas utama,” ujar Kapolres.
Kegiatan Jum’at Curhat dan Saweu Gampong menjadi wadah strategis dalam membangun komunikasi dua arah antara aparat dan masyarakat. Melalui forum ini, warga dapat menyampaikan keluhan, masukan, maupun harapan terkait pelayanan publik, keamanan, serta pembangunan daerah.
Dengan adanya kegiatan serap aspirasi hingga pelosok desa ini, diharapkan setiap permasalahan dapat diselesaikan secara bijak, adil, dan mengutamakan semangat kebersamaan demi terciptanya Aceh Jaya yang aman, damai, dan sejahtera.
